Kayong Utara post author elgiants 03 September 2026

Kreasi Muhammadiyah Kayong Utara Bagikan Masker Bagi Warga Terdampak Kabut Asap Di Teluk Melano

Photo of Kreasi Muhammadiyah Kayong Utara Bagikan Masker Bagi Warga Terdampak Kabut Asap Di Teluk Melano

KAYONG UTARA – KREASI Muhammadiyah Kayong Utara menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap dengan membagikan masker kepada warga di sekitar Teluk Melano, Kabupaten Kayong Utara, pada Rabu, 2 September 2026.

Aksi ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara di Kabupaten Kayong Utara yang berada pada kategori berbahaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas udara Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara pada 2 September 2026 pukul 10.00 WIB, Air Quality Index (AQI) secara keseluruhan tercatat berada pada angka 981, dengan konsentrasi PM 2,5 mencapai 981 µg/m³ dan PM 10 sebesar 1.896 µg/m³.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Teluk Melano. Hasil pemeriksaan menunjukkan konsentrasi PM 2,5 mencapai 1.080 µg/m³, PM 10 sebesar 1.885 µg/m³, dengan kategori kualitas udara berada pada tingkat berbahaya atau AQI di atas 300.

Kondisi kabut asap yang cukup tebal tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan penyakit kronis.

Melihat kondisi tersebut, KREASI Muhammadiyah Kayong Utara mengambil langkah cepat melalui pembagian masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya perlindungan sederhana terhadap risiko paparan asap.

Project Manager KREASI Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, mengatakan bahwa kegiatan pembagian masker merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi kualitas udara yang tidak sehat.

“Kondisi kabut asap yang terjadi saat ini menjadi perhatian kita bersama. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara, kondisi di Kabupaten Kayong Utara, termasuk Teluk Melano, telah berada pada kategori berbahaya. Oleh karena itu, kami dari KREASI Muhammadiyah Kayong Utara berinisiatif untuk membagikan masker kepada masyarakat sebagai salah satu upaya perlindungan dari paparan asap,” ujar Rezky.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

“Kami berharap masker yang dibagikan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan langsung terhadap partikel dari kabut asap. Namun, perlindungan kesehatan tentu tidak cukup hanya dengan menggunakan masker. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing serta anggota keluarga,” tambahnya.

Rezky juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama bagi kelompok rentan. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan partikel debu dan asap.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kabut asap semakin pekat serta memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dari pemerintah dan instansi terkait.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap ini.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan riwayat penyakit tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih. Jika mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Melalui aksi sederhana tersebut, KREASI Muhammadiyah Kayong Utara berharap dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap.

KREASI Muhammadiyah Kayong Utara berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi bersama masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung perlindungan bagi anak-anak serta kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda